Master Agen IBC Antonio Casano Resmi Keluar Dari Rumah Sakit

Master Agen IBC yang memberitakan tentang Antonio Casano resmi keluar dari rumah sakit. Setelah sukses menjalani operasi jantung, jum’at (4/11) di Policlinico Milano, Antonio Cassano sudah diizinkan pulang ke rumah keesokan harinya pukul 21.30 waktu Italia. Proses pemulihan Fantantono, yang diperkirakan berlangsung enam bulan, kini dimulai. Operasi dijalani Cassano untuk menutup lubang kecil dijantungnya. Kelainan itu telah menyebabkan distribusi darah ke otaknya terganggu sehingga ia terserang stroke ringan usai membantu Milan mengalahkan Roma 3-2 sabtu (29/10). “Operasi berjalan dengan lancer. Tidak ada komplikasi sehingga Cassano bisa segera pulang.” Kata professor Nereo Bresolin, ketua divisi neurology Policlinico Milano, seperti dirilis Sportmedioset. Cassano dijadwalkan akan melakukan control pertama bulan depan. “Berdasarkan pengalamansaya, kelainan di jantung Cassano akan menghilang seiring waktu. Dia bisa melakukan aktivitas olahraga lagi dalam waktu enam bulan,” imbuh Bresolin. Professor Mario Carminati yang ikut melakukan operasi, mengonfirmasi perkiraan waktu pemulihan Fantantonio. “Prosedur pascaterapi berarti kembali ke kehidupan normal dan meminum obat antipenggumpalan dalam waktu enam bulan”. Policlinico Milano sekarang sepi dari sorotan, tapi rumah sakit tersebut mengenang keberadaan Cassano selama sepekan di sana. Bresolin tidak sungkan menyebut Fantantonio sebagai seorang pasien yang merepotkan.

Popularitas figure Cassano tak pelak membuat Policlinico Milano menjadi target media dan public, terkadang secara berlebihan. Rumah sakit harus melakukan banyak penyesuaian dalam hal pengamanan dan pengaturan kegiatan operasional gara-gara keberadaan Cassano. Policlinico Milano sering harus berurusan dengan orang-orang tak berkepentingan yang hanya ingin melihat kondisi Cassano. Seorang tifoso misalnya, pernah sukses menyusup hingga depan kamar Fantantonio dengan mengikuti istri dan ibu penyerang Milan tersebut, Carolina serta Giovanna, yang sedang menjenguk. Tak terhitung pula tamu resmi yang datang menjenguk. Dari rekan seklub sampai pengurus FIGC dan pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli. Cassano jelas kesulitan mendapatkan waktu istrihat dan ini tentu saja merepotkan dokter serta perawat. Para dokter, terutama yang bertugas di divisi kardiologi dan neurology, seolah dijadwalkan bergantian menjadi narasumber media. Aktivitas ini sedikit banyak mengganggu pasien lain. “Cassano bukan pasien yang mudah. Dia menciptakan kekacauan di rumah sakit ini. Dia terkenal, jadi ini memang tak terelakkan.

Cassano mengundang atensi banyak orang dan jurnalis” sebut Bresolin lagi. Tunnel Cassano, sikap cassano ikut membuat repot mereka yang merawatnya. Waktu mendoakan Fantantonio, kapten Roma, Francesco Totti, pernah bilan, “Cepat kau keluar dari rumah sakit. Dokter dan perawat di sana tidak akan tahan dengan leluconmu.” Itulah yang terjadi, Cassano menyikapi hamper semuanya dengan canda. Ia misalnya masih sempat bergurau dengan sejumlah tifosi ultras Milan yang datang menjenguk. “Lebih baik kaki saya patah daripada menderita sakit seperti ini” katanya. Di satu sisi, karakter ceria ini memang dibutuhkan untuk menjaga optimisme pada proses penyembuhan. Tapi, dokter terkadang membutuhkan Cassano bersikap lebih serius dalam menanggapi nasihat mereka. Terlepas dari sulitnya menanggani Cassano, Policlinico Milano tetap terkesan dengan singgahnya sang bintang di salah satu kamar mereka. Sekarang sudah ada rencana mendedikasikan salah satu lokasi rumah sakit untuk Cassano. Ide itu dimunculkan beberapa dokter menyikapi ramainya koridor yang menuju divisi neurology selama Cassano dirawat. Ada usulan menamai koridor tersebut “Tunnel Cassano”.